Aqlam mengantar Chana masuk ke dalam rumah. Gadis yang baru beberapa bulan memasuki umur 21 tahun itu duduk di sofa ruang keluarga. Aqlam berada di sampingnya. "Papa Ben dan Mama Poko kok nggak kelihatan yah." Chana celingak - celinguk mencari keberadaan orangtuanya. "Mungkin sedang bepergian," ujar Aqlam. Chana manggut - manggut. "Aqlam, kamu duduk dulu di sini, Chana mandi dulu," ujar Chana, dia berdiri dari sofa. Aqlam mengangguk. Chana berjalan ke dalam kamarnya sedangkan Aqlam menunggu Chana mandi. Dalam penungguan Aqlam, pemuda itu merogoh ponsel pintar dan melacak posisi Bernardo. "Di Meksiko City." Aqlam mengangguk mengerti. Doa menghabiskan sisa waktunya untuk menunggu Chana untuk bekerja singkat. Sedangkan Opal baru saja masuk mendorong kursi roda Moti sambil berceloteh

