Chapter 58

1873 Kata

"Uh ... uh ... huh ...." Napas dua anak muda itu terdengar memburu. "Aqlam ... kita ... itu di vila," ujar Chana dengan suara tertahan. Napasnya hampir habis dihisap oleh pemuda di atasnya. Aqlam tersadar, dia melihat ke arah wajah Chana yang memerah, keringat memenuhi wajah manis itu. Rupanya dia sudah terlalu jauh. "Chana ...," panggil Aqlam dengan suara serak. "Hum?" sahut Chana. "Aku tidak bisa menahan lagi," ujar Salam dengan nada frustasi. Sesaat Chana terlihat bingung. Dia tak mengerti apa maksud Aqlam, apanya yang tidak bisa menahan lagi? "Ada apa? Um ... apa yang tidak bisa kamu tahan lagi?" tanya Chana. Salam mengecup bibir Chana. "Aku ingin kita segera menikah," ujar Aqlam. "Aku tidak tahan berada di dekatmu. Aku takut aku akan khilaf dan merusakmu," jawab Aqlam atas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN