Tiga mobil hitam mewah memasuki gerbang rumah Basri, tak perlu diperiksa dan diragukan lagi mobil itu. Itu adalah mobil dari tuan muda Nabhan, Aqlam Nailun Nabhan. Ketika mobil berhenti tepat di depan pintu rumah Basri, pelayan membuka pintu mobil, Aqlam turun dari mobil itu. Gaya kasual selalu dia sukai ketika bepergian kemanapun. Di tangannya ada sebuah paper bag, itu adalah hadiah atau souvenir Aqlam dari Argentina untuk Chana. "Tuan Aqlam," sapa pelayan. Aqlam mengangguk sebagai balasan, dia melanjutkan perjalanannya. Pelayan perempuan mengikutinya dari belakang, "Nona Chana sedang melukis di kebun herbal milik nyonya Moti." Aqlam mengangguk, tentu saja pelayan tahu siapa yang dicari oleh tuan muda Nabhan, tidak lain dan tidak bukan adalah nona mereka, Chana. Pemandangan itu sudah

