. . . "Ya Allah, udah lima hari ini susah di hubungi. Sebenarnya apa yang kamu lakuin, Kak." Amierra beberapa kali menelepon suaminya tapi hanya operator yang menjawab. Sudah lima hari, dan Afran belum pulang. Tidak perlu tahu betapa rindunya Amierra saat ini, karena rasa khawatir lebih mendominasi daripada rasa rindunya. Dua hari terakhir dia sulit makan, karena dipikirannya hanya Afran. "Bagaimana aku bisa makan, sedangkan Kak Afran di sana mungkin tidak menjaga pola makannya." Selalu saja yang dikatakan seperti itu saat Keysha ataupun Fauza membujuknya makan. "Astaghfirullah hal adzim." Amierra menutup wajahnya dan air mata yang merangsek untuk dikeluarkan akhirnya keluar juga. Ah iya, Amierra akhir-akhir ini juga sering menangis sendirian di kamar, dan tak lupa matanya yang beru

