. . . Amierra duduk di tempat tidur sambil memerhatikan Afran yang sudah keluar dari kamar mandi. "Kak, kita beneran tidur ini? Masih jam setengah delapan lho, Kak." Afran menggeleng. "Aku ingin menanyakan sesuatu padamu." "Apa?" Afran ikut duduk di tempat tidur dengan menghadap Amierra. "Pemuda yang kemarin itu siapa kamu?" "Ya Allah. Kakak masih ingat sama pemuda itu?" "Jawab saja, Amierra." "Temen. Sahabat. Ya intinya kami cuma temen, Kak." Dahi Afran mengerut, "cuma temen? Jadi kamu maunya lebih?" "Kakak bicara apasih. Beneran cuma sahabat. Kami tiga tahun sekelas waktu SMA." "Jangan dekat-dekat sama dia lagi." "Kenapa? Kakak gak suka sama dia?" tanya Amierra. "Hm." "Dia itu orangnya baik, Kak. Demi Allah." "Baik apa, huh? Bicaranya gak bisa disaring kaya gitu." "Ya Allah

