“Kiri dikit, di atas kepalamu.” Dengan sedikit dongkol, Manyari berpegangan pada ranting terdekat lalu berpindah ke dahan di sebelah kiri. Ia mendapati empat buah mangga yang terlihat ranum dari warna kulit hijau kekuningan di atas kepalanya, tepat sesuai instruksi Pak Djatmiko. Kalian mungkin bertanya mengapa dia bisa berada di halaman depan rumah Pak Djatmiko yang cukup rindang dengan posisi di atas pohon mangga dan memetik buahnya, ‘kan? Pak Djatmiko berjanji untuk memberinya buah mangga tadi pagi di depan kantornya, maka beliau mencoba menepati janji tersebut sore ini. Ketika Manyari tiba di sana, beliau hanya seorang diri di rumah sebesar itu. Sayangnya Pak Djatmiko terlalu tua untuk memanjat pohon, sedangkan anak laki-lakinya langsung keluar rumah ketika selesai mengantar pulang.

