Jimin melangkah gagah bersama Naira di dalam apitan lengannya. Pesta ulang tahun perusahaan itu pun digelar meriah, sekaligus menyambut perusahaan baru yang mereka bangun. "Sayang, jangan cemberut, dong. Setelah ini, aku janji akan mengajakmu ke mana pun yang kau inginkan." Jimin membujuk istrinya, yang masih tak terima diajak ke pesta ketimbang pergi ke pantai. Padahal Naira sangat ingin berendam di antara ombak yang menggulung. Naira masih mencebik saat Jimin menarik wajahnya dan mencuri kecupan di bibirnya tepat dihadapan beberapa karyawan. "Jim, apaan, sih. Malu." Jimin terkekeh lalu merangkul istrinya dan terus melangkah menuju lift. Pesta perusahaan itu diadakan di lantai lima hotel itu. Sampai di sana, sorak sorai hadirin pun menyambut kedatangan mereka berdua. Jimin melempar s

