68. Pengakuan

1028 Kata

Naira mengerjap pelang dalam pelukan suaminya. Sehari di Nagoya dihabiskan dengan menonton kembang api yang sangat indah. Bahkan ketika mereka bertarung di atas ranjang, percikan kembang api masih menjadi pengiring terindah pertarungan mereka. Jimin mengerang pelan ketika merasakan pergerakan sang istri dalam pelukannya. "Mau ke mana?" tanyanya. "Aku mau ke kamar kecil, mandi rasanya lengket semua." "Mau mandi di pantai?" "Tapi bersihkan diri di kamar mandi dulu. Lengket semua. Kau itu nggak pernah puas kalau urusan ranjang. Padahal kemarin kau melakukannya juga dengan Kaori, 'kan?" Suara Naira terdengar ketus membuat Jimin tersentak. Netra pemuda itu mengantarkan sosok sang istri ke kamar mandi. Sesaat Jimin duduk seraya menyandarkan badan di kepala ranjang. "Maafkan aku," gumamnya l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN