**Beberapa Saat Sebelumnya. “Lihatlah Colton, ia seperti mendapatkan sebuah uang emas yang berkeping-keping.” Mogonda memerhatikan jalan Colton yang semakin lama semakin menjauh dari peredarannya. Manuel diam saja dan hanya meringis. “Mungkin dia sedang memikirkan Jessica. Kau tahu ‘kan dia menyukai manusia yang bekerja di perusahaan itu.” Manuel menjauhkan sisa-sisa dedaunan dan mengumpulkannya menjadi satu. Keningnya mengernyit dan semakin memisahkan dedaunan yang semakin basah karena menyentuh tanah lembab. “Lihatlah!” Ia menggeser batu besar berbentuk seperti tempat duduk itu di sana. Jika orang melihat, mungkin itu adalah batu biasa dan dipakai untuk duduk jika ada orang yang hanya sekadar lewat. “Ada apa?” Mogonda mengikuti arah pandang Manuel. “Kau menemukan sesuatu yang menc

