“Apa kabarmu, Dayton?” Rula tersenyum tertahan. Ia akhirnya bisa melihat pria ini. Pria yang menjadi alasan dirinya terjebak di sini. “Apa kau berani menemuiku karena Raven tidak ada di istana?” Dayton terbahak. Tanpa diberitahu pun ternyata Rula sudah sangat cerdas untuk mengetahui situasi yang ada. “Tidak hanya itu, karena aku sangat merindukanmu.” Rula mengajaknya untuk terduduk di salah satu bangku taman di sisi jalan. Masih dalam wilayah istana namun agak sedikit lebih jauh, agar perbincangan mereka tidak didengar oleh siapapun. Karena, ia tahu telinga para vampir ini sangat tajam. “Kau merindukanku? Oh, jangan bercanda.” Ia terkekeh walau tidak sampai mata. Ada yang menyentil hatinya saat mengatakan itu. Sekarang apa tujuannya? “Kau bahagia bersamanya?” tanya Dayton tiba-tiba

