“Habis ini Kakak ada kelas?” Kali berikutnya suara bocah Relung yang terngiang di telinga Antara tiba-tiba berubah menjadi suara dingin seorang gadis. Mendengar pertanyaan yang tanpa basa-basi itu, sesaat Antara menegakkan kepalanya. “Kalo buat lo, sih, gue bolos kelas seharian juga nggak masalah. Kenapa?” “Kakak deket sama Kak Raga kan?” Seketika Antara memutar bola matanya. “Kenapa? Mau nyuruh gue nyampein surat cinta lo ke dia? Sori, gue nggak bisa.” “Saya nggak dibolehin ikut inagurasi. Kakak bisa bantu saya bilang ke Kak Raga?” “Kenapa nggak boleh?” Gadis itu tidak menjawab, lalu malah berbalik tanya lagi, “Intinya Kakak bisa bantu saya atau nggak?” “Apa nggak boleh, ya, gue tau satu hal aja tentang lo?” Pandangan Rasa berpaling ke arah lain. Menyaksikan raut serius di wajah A

