Threat

1047 Kata

Acara petasan sudah selesai, mereka memutuskan kembali ke rumah. "Sepertinya dia sudah sangat kelelahan," gumam Justin melihat Tamara ketiduran di dalam mobil. Tring Tidak lama ponsel Tamara berdering membuat Tamara terbangun. Dia melihat telepon itu dari Nayla lagi merasa sangat kesal. Dia senang bertemu dengan mamanya, tapi mereka seperti mengekang dia agar terus berada di dalam pantauan mereka. "Kenapa lagi, Ma?" tanya Tamara. "Mama mau ketemu Tamara lagi," rengek Nayla. "Mama jangan begitu, aku sudah punya kehidupan sendiri," mohon Tamara. Nayla marah-marah pada Tamara karena dia merasa seperti tidak dianggap Tamara. "Mama jangan sampai sesak lagi. Pikirkan kesehatan Mama," kata Tamara. Tidak lama panggilan itu terputus mendadak membuat Tamara terkejut. Dia menatap Justin yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN