Justin duduk di depan ruangan sambil termenung. Dia merasa sudah sangat mengantuk merebahkan diri di kursinya dan memejamkan mata sejenak. "Aku tidak akan membiarkan Tamara pergi," gumam Justin. Tanpa Justin sadari ada sepasang mata yang memantau dari jauh. "Tamara, kenapa kamu masih hidup, hmm? Kalau kamu mati, aku akan menyusul untuk menemui kamu di alam sana. Kalau di alam sini kamu terlalu tergila-gila dengan Justin," gumam pria itu. Pria itu memakai pakaian perawat pria. Dia terkekeh sambil berjalan melewati Justin menuju kamar rawat Tamara. "Rencana pertama gagal, rencana kedua tidak boleh gagal," gumam pria itu. Pria itu melihat Justin sudah terlelap masuk ke dalam. Saat sudah sampai, dia melihat Tamara yang masih terlelap dan belum sadar tersenyum miring melihat keberadaan Ta

