James yang sedang menyetir melihat Tamara duduk manis di belakang bersama Justin merasa iri. Dia ingin sekali putrinya duduk di samping dia, tapi tidak mungkin. Dia tidak mau memaksakan kehendak lagi. "Tamara, kalian berdua kapan mau menikah?" tanya James. "Secepatnya," jawab Justin dengan nada datar. James hanya diam saja. Dia tahu kalau Justin tidak menyukai jika Tamara berbicara dengan pria lain. "Apa masih jauh?" tanya Tamara. "Sebentar lagi sampai," jawab James. Tidak lama mobil itu berhenti di depan sebuah rumah mewah. Di sana terlihat seorang wanita paruh baya yang duduk di kursi roda dan ditemani suster. "Apa itu mama?" tanya Tamara. "Iya, Sayang. Nama mama kamu Nayla," jawab James. Tamara dan Justin keluar dari mobil. Mereka berjalan menuju tempat Nayla berada diikuti Jam

