Hari demi hari berlalu begitu cepat, usia kandungan Fani memasuki usia sembilan bulan. Rencana melahirkan masih seminggu lagi, tapi semua persiapan sudah disiapkan. Kamar bayi pun sudah ada. Anthony pergi berangkat mengurus pekerjaannya dulu meninggalkan Fani dengan Dimas. "Aku rasanya ingin segera mengeluarkan anak yang di dalam kandunganku," gumam Fani sambil menonton televisi. Tidak lama terdengar suara langkah kaki mendekatinya. Dia melihat Dimas mengambilkan s**u hamil untuk dia mendengus kesal. "Ngapain sih Papa ambilin susuku, suruh aja pelayan yang ambil," kata Fani sinis. "Papa tadi sekalian ke belakang, jadi usah ngerepotin pelayan. Mereka juga sedang bersih-bersih rumah," balas Dimas. "Iih, ngeselin banget orang-orang di rumah ini. Ada aja yang harus aku debatin," kata Fani

