Theo dan Tamara menatap Tina dengan tatapan sulit diartikan. "Maaf, memang aku merusak apa ya? Aku enggak ngerti sama ucapan kamu, kita kan dari dulu sahabat," kata Tamara. "Sudah, sudah, kita udah mau berangkat ke China sekarang. Nanti saja dilanjut pembicaraan ini di sana," kata Theo dengan penekanan. Tina yang kesal tidak menyahuti lagi. Mereka semua berjalan menuju pesawat begitu pengumuman untuk naik pesawat telah diumumkan. "Dia memang pengganggu," gumam Tina. Tamara berjalan di belakang Tina dan Theo. Dia memejamkan matanya sejenak berusaha mengenyahkan kesedihan yang hinggap saat ini. Dia pikir dia bisa menceritakan keluh kesah dia pada kedua sahabatnya, ternyata persahabatan mereka tidak sesempurna dulu. "Memang tidak ada yang sempurna dalam hal apa pun," gumam Tamara. Me

