Justin terkekeh dan mengusap lembut kepala Sherin. "Tidak semua orang menyukai hal yang sama dengan apa yang kamu sukai," kata Justin. Setelah es krim mereka sudah jadi, mereka menikmati es krim itu di kursi yang tersedia di taman. "Uncle, Aunty, main lagi yuk," ajak Sherin yang sudah selesai memakan es krim. Tamara bermain seharian dengan sherin hingga sore menjelang dan matahari sudah bersembunyi di balik awan. "Kami pamit pulang. Ini sudah terlalu sore. Oh iya, ini ada alamat rumah kami dan nomor telepon saya," kata Sena memberikan sebuah kartu nama. "Baiklah, nanti kita akan sering tukar pesan dan obrolan," balas Tamara dengan senyum manis. Tamara dan Justin melambaikan tangan saat Sherin sudah mulai menjauh dari pandangan mereka. Tamara memeluk Justin. "Aku mau anak seperti She

