Sherin menghapus bulir air mata yang mengalir di pipi Tamara. "Grandma kenapa?" tanya Sherin. "Tidak apa-apa, Sayang. Tidur lagi aja," jawab Renata. "Grandma, Sherin boleh bertanya tentang kondisi mama?" tanya Sherin. "Mama Tamara belum sadar. Kamu harus mendoakan dia dan adikmu juga masih di inkubator," jawab Renata. sherin ikut menangis. Dia merasa sedih dan entah mengapa dia merasa bahwa dirinya adalah pembawa sial bagi orang terdekat dia sesuai semua kata anggota keluarganya yang dulu. "Sudah, Sherin, jangan menangis. Hapus air mata kamu ya. Kmu tidur, istirahat sekarang. Jangan terlalu pusing. Grandma Renata yakin semuanya akan baik-baik saja," kata Renata memeluk Sherin. Sherin hanya bisa menangis dalam diam dan perlahan tertidur "Selamat istirahat," kata Renata. Ken yang me

