Beberapa hari setelah kejadian penagihan itu Pak Firman dan Bu Titin akan pergi ke rumah Kiyai Zaenal. Niat awalnya adalah membalas jasa namun mereka tidak bilang seperti itu pada Hanifa. “Lho ayah sama ibu mau kemana, kok udah rapi?” tanya Ifa yang ada di depan pintu kamar orang tuanya. “Mmm ini mau ke......” kata ibunya menggantungkan karena dia menyadari suaminya menyenggol lengannya. Ia mengerti isyarat tersebut agar tidak memberi tahukan pada anak mereka. “Mmm tidak nduk, ini ayah sama ibu mau ke Pakdhemu mau silaturahmi. Kan ayah sama ibu sudah lama tidak kesana.” Kata Firman bohong. “Ohh, keumah pakdhe to Ifa ikut yah!! kan ifa juga sudah lama enggak kesana.” Kata Ifa dengan sumringah. “Mmm kamu di rumah saja ya nduk, ayah sama ibu gak lama kok.” Kata Firman sambil mengusap

