“Kenapa tadi nggak jadi makan siang di rumah Mama, Om? Padahal ‘kan ada Kakakmu juga yang udah jauh-jauh dari luar negeri.” Zidan sontak mendongak, menatap Reva dengan mata terbuka lebar. “Kamu udah tahu?” “Udah. Tadi, Mama Eva ke sini.” “Ya, ‘kan aku balik ke rumah karena kamu jatuh.” “Tapi ‘kan aku nggak minta kamu pulang. Itu aja Mbak Riri bukan aku yang nyuruh ngehubungi kamu.” Zidan sontak mengedip-ngedipkan matanya gugup, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Ayo, ketahuan ‘kan kalau kamu peduli sama aku. Kamu udah mulai suka sama aku ya?” sambung Reva menggoda suaminya seraya menunjuk-nunjuknya membuatnya semakin gugup. “Apaan sih kamu? itu tuh cuma karena aku kasihan sama kamu. Ngarep aku sukain?” “Udah lah nggak usah sok keren gitu Om, padahal kalau tidur aja ngorok dan suk

