Setelah semua orang pulang, Reva merasa kesepian lagi. Rumah kembali sepi dan anehnya suaminya, orang yang seharusnya ada saat perayaan ulang tahun istrinya malah belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Jam telah menunjukkan pukul 9 malam, beberapa jam lagi sudah mau berganti hari. Ia menghela napas panjang, benar-benar sudah tidak ada harapan lagi. Ia beranjak dari sofa setelah mematikan tv, berniat untuk langsung tidur saja namun Ting! Ting! Bel rumah berbunyi membuat Reva sontak menoleh. Kakinya tergerak melangkah ke depan. Ceklek! Ia bisa melihat suaminya sedang berdiri di hadapannya dengan kepala tertunduk dan tangan yang berada di dahinya. “Om, kamu kenapa? kamu baik-baik saja?" Zidan mendongak, matanya sayu, pipinya merah seperti orang yang habis mabuk. “Aku baik-baik sa

