Bab 42

1647 Kata

"Lihatlah, Kakek, itu delegasi mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Hukum. Sepertinya mereka cukup antusias dengan presentasi yayasan tahun ini," ujar Samudra dengan nada datar, jemarinya memutar tangkai gelas kristal berisi wine tanpa berniat meminumnya. Thomas Hadiningrat—pria tua dengan tatapan elang itu—mengangguk puas sembari menyesap minumannya. "Bagus. Kampus ini butuh darah segar yang cerdas, Samudra. Oh, lihat itu. Bukannya dia Dekan Teknik yang sedang membawa mahasiswinya ke sini?" Jantung Samudra seolah berhenti berdetak saat matanya mengikuti arah pandang sang kakek. Di tengah kerumunan tamu yang berseliweran bak semut hitam, sosok itu berdiri dengan anggun. Maura. Gadis itu tampak kontras dengan balutan kemeja brokat putih tulang yang menutupi lebam di lehernya. Ia sedang men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN