Bab 53

3592 Kata

“Gimana?! Senang, kan, olahraganya sampai basah kuyup mandi keringat begini?!” teriak sang ketua pelaksana menggunakan megafon yang cempreng. Tubuhnya sendiri tampak tak kalah berpeluh, namun semangatnya justru kian membubung tinggi, kontras dengan sisa-sisa kabut Lembang yang perlahan mengikis tipis. Cahaya mentari pagi mulai merangkak naik, membiarkan pendar keemasannya menerobos celah ranting pohon pinus. Udara yang semula sedingin es perlahan-lahan menghangat setiap kali sang surya bergerak semakin ke atas langit, menciptakan sensasi kontradiktif antara hawa sejuk pegunungan dan hawa panas yang meletup-letup dari pori-pori kulit ratusan mahasiswa yang berkumpul di lapangan. Maura meringis pelan, bertumpu pada kedua lututnya yang terasa lemas bergetar. Kulit wajahnya yang putih bersih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN