Bab 46

2325 Kata

“Maura Anindita?” Samudra memanggil nama mahasiswi berikutnya dengan nada bariton yang terdengar dingin dan konstan. Ia memiliki kebiasaan mutlak untuk mengabsen satu per satu mahasiswa yang diajarnya demi menghindari kecurangan titip absen. Namun, tidak ada jawaban atau sahutan yang didengarnya. Keheningan ganjil itu seketika memantik sejumput kegelisahan di da-da Samudra. Rahangnya mengetat kaku. Ia berdeham sebentar sebelum mengulang dengan volume yang sedikit lebih ditekan. “Maura Anindita? Ada?” Samudra mengedarkan pandangan tajamnya, menyapu setiap baris bangku kuliah di hadapannya. Nihil. Sosok gadis yang semalam meringkuk pasrah di bawah kungkungannya itu benar-benar tidak menampakkan batang hidungnya. Jadi, pesan singkat di sticky note pagi buta tadi berarti gadis itu nekat m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN