“Mang, bisa bicara sebentar?” tanya Ucok pada Mang Saleh yang berdiri di depan pintu UKS. Pria paruh baya itu mengangguk kan kepala nya lalu berjalan keluar dari UKS, Ucok pun mengikuti langkah pria itu keluar dari rumah dan duduk bersama dengan nya di kursi taman. “Mau bicara apa?” “Sebenar nya gelang yang kemarin Mamang kasih ke saya itu gelang apa?” “Ah itu, gelang itu semacam jimat yang bisa menghalangi energi energi buruk yang bisa mengancam Soraya,” jawab Mang Saleh. “Sebenar nya apa yang ingin kamu kata kan? Kita langsung saja ke inti nya,” “Sebenar nya beberapa hari yang lalu saya, Fitri, dan Soraya melakukan jurit malam di sebuah gedung angker yang ada di perumahan Cemara Asri—“

