TIGA PULUH SEMBILAN

220 Kata

Shella masuk ke dalam ruangan milik nya dengan nafas terengah - engah, kejadian tadi berhasil membuat detak jantung Shella hampir sama cepat nya dengan suara hentakan kaki kuda yang sedang mengikuti balapan. setelah berhasil menenang kan diri, Shella mengambil telepon genggam di dalam laci meja nya. sudah jam dua pagi, pantas aja aku di ganggu makhluk seperti itu, batin Shella. pandangan nya teralih saat melihat foto diri nya dengan Kirana yang sedang berpelukan sambil tertawa di layar telepon genggam Shella. lagi dan lagi, Shella kembali bersedih karena sudah gagal menjadi seorang kakak dan orang tua pengganti untuk Kirana. kalau saja Shella tidak bersih kukuh untuk tinggal di daerah yang sepi penduduk hanya untuk ketenangan nya saja dan lebih memilih tinggal di perumahan yang pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN