13

1273 Kata

Sampai saat ini Riska belum tahu siapa Zanna yang sebenarnya. Dia masih merahasiakan jati dirinya karena perintah sang Papah, supaya dia selamat, dan juga, itu keinginan Zanna juga yang sudah merasa bosan hidup dengan di kelilingi yang namanya bodyguard setiap dia akan pergi ke mana pun. “Abaaang,” Zanna langsung menghambur ke pelukan Firdan, sang kakak yang sudah lama tidak dia temui. “Zanna kangen.” Ucapnya sambil menyimpan kepala di ceruk leher sang kakak dan masuk mobil. Walaupun mereka tidak berbeda jauh dari segi umur, tapi tubuh Zanna bisa di bilang kecil. Makanya dia selalu dikatai anak SMP saking imutnya. “Abang juga kangen sama kamu.” Firdan langsung membawa Zanna pulang. Tidak lama mereka pun sampai di rumah dan langsung menuju meja makan. “Dek, Kenapa tidak pulang dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN