16

1288 Kata

Tidak sampai lima menit, setelah pesan terkirim, semua warga grup saling bertanya dan bersahutan sampai heboh. Membuat barang pipih yang Zanna genggam tidak berhenti bersuara. Zanna, si biang kerusuhan hanya memandang dan kembali memasukkan barang tersebut kesaku baju sebelum dia di tegur atasan. Arga yang baru saja keluar dari kantor mengernyit mendengar desas-desus yang cukup aneh di telinga. “Sepertinya kita benar-benar patah hati, buktinya saat ini mereka akan berkencan. Lihat saja, sungguh membuat aku patah hati.” Ucap seorang wanita yang sudah berumur tapi masih suka bergosip sambil mengarahkan kamera pada Arga yang tengah menunggu mobil. “Benar! Ya ampuuun, sebenarnya apa yang membuat Pak Arga akhirnya bertekuk lutut di depan mbak Tika, ya! Aku juga ingin menaklukkannya.” Ucap w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN