21

1374 Kata

“Bila gosip di luaran sana membuat aku merugi dalam usaha. Jaaadiii,” Arga mendekat, berbisik, “jangan pernah bicara soal menyerong di depanku, kecuali kalau kau ingin karier dan orang tuamu hancur di tangan diriku.” Arga mendengus dan melangkah pergi meninggalkan Tika yang tengah melamun dengan ketakutannya. “Boy, cepat! Kita harus pergi ke kantor.” ucap Arga sambil berjalan dengan memasukkan satu tangan ke dalam saku dan melangkah pergi. “Ini semua gara-gara kamu, dasar parasit, sukanya terus saja menempel di punggung ___” “Tapi lebih baik parasit yang di inginkan, dari pada penyakit yang pasti akhirnya, akan di buang dan tidak di hiraukan lagi.” ucap Boy sambil membungkuk hormat sebelum dia melangkah menyusul sang Bos yang sudah duduk di dalam mobil tanpa harus menunggu dibukakan pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN