Renata menangis haru ketika melihat sebuah layar yang menunjukkan gambar janin yang sedang ia kandung. Begitupun dengan Dafa yang tak henti hentinya tersenyum sembari mengucap syukur kala dokter menjelaskan keadaan dan usia bayi yang dikandung oleh sang istri. Sungguh bahagia sekali hati mereka berdua bisa melihat keadaan calon anak mereka yang masih terlihat seperti bulatan kecil mirip sekali dengan sebuah kacang polong. Renata mengusap lembut perut ratanya sembari mendengarkan penjelasan dari dokter tentang resep obat dan vitamin yang harus ia konsumsi. "Terima kasih Tuhan " batin Renata sembari tersenyum kecil. "kamu kenapa sayang?" "kenapa mas?" tanya Renata balik. "kamu kenapa senyum senyum sendiri..." tanya Dafa penasaran. "oh...ah itu...aku seneng aja mas karena aku hamil" ucap

