"Hahaha." Memang bibir Dini tertawa dan suara gelak tawanya terdengar cukup kuat. Tapi matanya menunjukkan emosi yang ditahan. Dia malas untuk meneladani Rio lagi. Dini ingin berdiri dan menghindar darinya "Kak Rio sudahlah. Kak Rio pulang saja. Aku ingin masuk ke dalam dan aku ingin tidur." "Sebelumnya kamu keluar mau ke mana?" Tapi Rio juga masih ingat pertanyaannya yang belum dijawab Dini. "Cari minuman. Cari kopi atau apa kek." "Nggak bisa tidur Kok minum kopi.” Sudah tahu Dini malas menjawab pertanyaannya ditambah lagi sekarang dia harus menjawab pertanyaan baru. Dini memilih membuang wajahnya sambil menghempaskan napas kasar. "Kamu itu kebiasaan. Orang itu minum kopi supaya tidak bisa cepat tidur tapi kamu minum kopi supaya cepat ngantuk. Aku bingung bagaimana kopi bisa membu

