Setelah merasa puas dengan menumpahkan air matanya, Mega akhhirnya kembali ke rumah sakit, dimana dia mendapati sang suami dan juga anaknya tengah tidur bersama di atas ranjang dengan televise yang menyala begitu saja. Sedangkan sang papah terlihat sibuk di sofa dengan laptop dan juga telponnya. Sepertinya tidak ada satupun yang menyadari kehadiran Mega, yang mana membuat perempuan itu duduk di samping Tom. Pria tua itu kaget. “Kapan kamu datang?” “Papah terlalu focus,” ucap Mega menyandarkan kepalanya di bahu sang Papah. Otomatis Tom mematikan sambungan telponnya dan memilih merangkul bahu sang anak, tidak lupa membubuhkan kecupan di puncak kepalanya. “Maaf membuat Papah harus kembali bergelut di perusahaan.” “Hei, jangan berfikiran seperti Papah ini menyedihkan. Tidak, Papah tidak

