Lama, Radit menunggu Papahnya mengangkat telpon. Matanya tetap memperhatikan Ara yang sedang bermain di karpet; tepat di bawah kakinya yang menggantung di sofa. “Papa ini apa?” “Dodol, Sayang. Coba dimakan, enak kok.” Ketika Ara focus pada makanannya, panggilan pun dijawab oleh Tom. “Hallo, Pah?” “Radit, apa Mega masih di sana? Kenapa dia tidak kembali ke sini.” “Mega agak demam, Pah. Dia lagi istirahat di sini.” “Kamu…. Gak maksa dia kan?” “Enggak, Pah. Radit gak akan lakuin apa apa tanpa seizinnya, tenang aja. Lagian juga Radit mikir, masa nyakitin dia lagi.” “Terus kenapa dia mau di sana? Sebelumnya Mega gak mau ketemu kamu kan?” “Papah ke sini ya nanti makan malam, Mega juga mau Papah datang.” “Gak bisa kalian aja yang dateng?” tanya Tom dengan nada malas. Yang membuat Radit

