Pesan

1505 Kata

“Papa pulang!” “Papaaaa!” teriak Ara begitu mendengar suara yang tidak asing. Dia berlari ke arah pintu, dimana sang papa sudah merentangkan tangannya menyambut kedatangannya. Membuat Radit tertawa karenanya, begitu menggemaskan dan juga membuatnya merasakan kebahagiaan. “Papa kenapa pulangnya malem?” “Papa tadi abis ketemu temennya Papa.” “Kok gak ajak Ara?” “Bapak bapak semua, bau roko,” ucapnya menggendong Ara masuk ke dalam, dan melihat sang istri sedang memotong buah buahan. Membuat kening Radit berkerut. “Kok kita punya buah ya?” “Papah yang kasih, tadi aku ke sana.” “Gimana kabar Papah?” “Udah bisa berdiri.” “Wuihhh, Ara gimana sekolahnya?” “Mulai minggu depan katanya,” jawab Mega masih terfokus dengan buah buahan di tangannya. Sementara sang anak berusaha keluar dari pelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN