Waktu yang tidak tepat

1212 Kata

“Hamil ya?” Radit terdiam cukup lama, dia tidak memberikan respon apapun yang mana membuat Mega kembali terbentur dengan pemikiran negative-nya. Perempuan itu menyimpan sendok dan kemudian berjalan menuju kamar tanpa mengatakan appun. BRUK! Suara pintu yang tertutup dengan begitu kencang membuat Radit sadar akan apa yang dia lakukan, pria itu memejamkan matanya, menarik napas dan merutuki kebodohannya sebelum menyusul Mega ke dalam kamar. “Sayang….” Mega ternyata ada di bawah selimut, terkurung rapat membuat Radit tidak bisa menjangkaunya. Pria itu duduk di samping ranjang. “Sayang, hei. Maafkan aku, aku tidak bermaksud memberikan respon seperti itu. Sayang, hei aku minta maaf.” “Mas menyebalkan, kok gitu sih? Gak bahagia ya?” tanya Mega dari dalam selimut dengan suara paraunya. Yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN