"Apa ini, Aldara?" tanya Shaga meraba pipinya. "Penghapus rasa malu, aku tau kenapa kamu tidak mau ikut pergi. Kamu malu karena aku sudah menolakmu, sekarang kita impas. Jadi ayo makan siang dan pergi!" ajak Aldara. Shaga tersenyum dan mengangguk, lalu beranjak dari duduknya. Aldara berjalan mendahului, karena sejujurnya saat ini pipinya sudah merona merah menahan malu setelah mengecup pipi Shaga. Hanya demi Shaga ikut pergi, dia menahan rasa itu. "Kenapa hanya pipi, harusnya di sini." Shaga menunjuk bibirnya sambil menyamai langkah Aldara. "Jangan buat aku menyesal susah melakukan hal itu, diam dan ikut saja ke ruang makan!" geram Aldara. Shaga tersenyum lebar dan mengikuti langkah Aldara, entah kenapa hatinya merasa berbunga-bunga mendapatkan kecupan itu dari Aldara. Meskipun hanya

