PERGINYA ISTRIKU 17 Langit mendung memperlihatkan kilatan putih yang membuat Indri sedikit meringis dan menutup telinganya. Dia tengah mengerjakan laporan di ruangannya tetapi jendela kaca tidak tertutup gorden. Indri menekan tombol plus pada remote AC agar tidak terlalu dingin. Hujan pun mengguyur tiba-tiba. Wanita dengan blazer hitam itu duduk kembali di kursinya. Indri berulangkali melihat benda mungil di tangannya. Ia harus pulang cepat dan membantu Ibunya berbenah. Ia menatap berkas-berkas yang harus diserahkan. Hari ini juga dia telah resmi menjadi sekertaris Dave. Membuka lembaran baru menjadi wanita karir tanpa memikirkan beban hidupnya yang lalu. Indri mengetuk pintu lelaki sedingin salju itu. Sekali tak ada jawaban, ia mengulanginya lagi. Tak sadar, sejak datang dia sudah dip

