Jangan dulu sentuh Rachel. Walau pun kamu tau dia akan menerima perlakuan kasar kamu. Dan dia juga udah tahu penyakit kamu. Tapi, kamu sendiri belum bisa mengendalikannya. Teringat akan ucapan Dokter Aulia pagi tadi. Arka terus menjambak rambutnya, bahkan menampar wajahnya sendiri. Kini dirinya berkubang dalam penyesalan, karena telah menyentuh Rachel dengan secara brutal. Si monster Arka telah sadar dari penyakitnya, dan kini dia menangis terseguk-seguk melihat bagaimana tubuh mungil istrinya kini hancur habis dia hajar. "Bangun, Cel. Aku minta maaf.... aku khilaf!!" Menepuk-nepuk pipi Rachel yang sudah membiru bahkan kini hampir menghitam. Memeluk tubuh yang kini terkulai lemah tak berdaya. Air mata lelaki itu berduyun-duyun turun menetes mengenai bahu gadis yang tengah dia peluk.

