Bab.16 Markas Surya

1518 Kata

Fajar merayap pelan di ufuk timur ketika mereka meninggalkan hutan kecil di pinggiran Batam. Udara laut terasa lembap, menempel di kulit bersama aroma asin yang menusuk. Reymond sudah menyiapkan sebuah kapal motor kecil yang ia sebut “jalur aman”. Namun tidak ada yang benar-benar aman bila Gina masih memburu. Suara mesin kapal meraung, menembus gelombang tipis. Elara duduk di sisi geladak, hoodie hitamnya menempel di tubuh basah oleh embun. Matanya terus menatap laut seakan ingin membaca sesuatu di permukaannya. Adipati beberapa kali ingin bicara, tapi lidahnya seolah berat. Aselia hanya mengamati, menunggu momen yang tepat. “Jakarta bukan tempat yang ramah,” kata Reymond dari balik kemudi. “Apalagi bagi orang yang dikejar Gina. Tapi di sana ada seseorang bernama Surya. Dia mantan tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN