Kemarin mama tiba-tiba dateng kerumah dan bikin aktivitas yang hampir aja membahayakan anak gue, terhenti. Yeonjun kelihatan biasa aja, cuma alamatnya dia pergi solo kekamar mandi.
Terus setel lagu biar gak kedengeran dia ngapain didalam sana. Musim dingin masih belum mau lewat, Kuliah maupun sekolah masih libur. Hanya saja tugas masih tetap berjalan.
Siang ini, Yeonjun ngajak gue buat beli bahan makanan kesupermarket. Emang pada dasarnya gue cuma bisa masak makanan sederhana, jadi gak terlalu banyak milih.
Cukup ada micin aja, Semua udah beres dan enak. Sekalian beli s**u khusus ibu-ibu hamil, Yeonjun lagi nungguin gue diruang tengah.
Gue sengaja lamain soalnya harus make beberapa lapis pakaian. Mengingat diluar masih terasa dingin, hingga akhirnya gue turun dan melihat Yeonjun duduk.
"Udah kak? Ayo kita berangkat." Gue berdecak, Lihat! Dia aja masih pake baju sweater tipis, mentang-mentang tahan dingin.
"Baju kamu." Yeonjun menoleh bingung, Tapi wajah terkejut lebih mendominasi untuk saat ini.
"Kamu?"
"Ck, gue baikin malah ngelunjak, udah sono pake jaket. Diluar dingin, gue gak mau lu sakit. Ntar gue yang repot."
Yeonjun malah mesem-mesem gak jelas. Ada yang salah ya dari ucapan gue?
"Jaket aku mana kak?" Tanya Yeonjun.
Astaga tu bocah! "Eh, belum juga lo pergi nyari, udah tanya dimana. Ya mana gue tau?"
Yeonjun malah cengengesan, "Tombol buat kembaliin mode lembutnya Kak Hana dimana ya? Daritadi aku cari gak ketemu." Gue menatap datar kearah Yeonjun.
"Cepet jun, nanti cuaca makin dingin!" Keluh gue.
Yeonjun mengangguk dan dengan segera dia kembali lagi kekamar untuk mengambil jaket.
Gue sama Yeonjun jalan sebelahan, banyak pasang mata yang ngeliatin kita. "Mereka kakak adek goals ya." Tanpa sadar gue mndengar seseorang membicarakan gue dan Yeonjun.
Yeonjun yang lagi asyik milih camilan, menoleh kearah gue pas gue tarik untuk mendekat.
"K-kak mau ngapain?"
Chup!
Gue kecup cepet-cepet terus pergi gitu aja. Meninggalkan beberapa remaja perempuan yang lagi belanja dan yang tadinya ngomongin gue, Jejeritan karena melihag aksi gue yang lumayan nekat.
Gue gak noleh lagi kearah Yeonjun setelahnya, Terlalu malu untuk ngeliat kearah dia.
"Kak." Gue yang lagi asyik milih sayur, ditoel sama oknum bernama Kim Yeonjun.
"Apa." Jawab gue singkat dan terkesan jutek.
Lagian dia gak ada kerjaan banget, ngapain noel-noel bahu gue kalau punya mulut buat manggil.
"Bibir kakak Manis deh."
Sontak gue melepas sayur yang gue pegang, Dan menatap tajam kearahnya.
"Aku mau ngulangin kejadian yang kaya tadi dirumah dong." Gue menggeleng.
"Gue cuma mau bikin orang-orang gak salah paham sama kita." Jawab Gue yang kembali ngambil tuh sayur lalu menaruhnya ditrolli.
"Oh ya? Kakak bangga ya punya suami kaya aku? Atau kakak gak mau suaminya diambil." Yeonjun malah menggoda gue.
"Apaansih jun, berisik tau gak." Kesal gue.
Yeonjun malah balik cekikikan, udah kaya setan aja gak sih? Terus sengaja meluk gue dari belakang. Mentang-mentang dia lebih tinggi, dia bisa seenaknya nyium puncak kepala gue.
"Jun, apaansih." Daritadi gue gak berhenti buat menggerutu kesal.
"Mau bikin yang jomblo iri." Jawabnya santai.
Gue menggeleng pelan, Pas lagi asyik bicara bareng Yeonjun masalah makanan. Tiba-tiba aja seseorang datang dan menepuk bahu gue.
"Astaga! You disini han?" Yeonjun terlihat melipat kedua tangannya didada menatap Somi yang kini berdiri disamping gue.
"Gak nyangka sih kita ketemu disini." Ucap gue padanya.
Perbincangan terus berlanjut, sepertinya Yeonjun kesal karena daritadi sengaja gue abaikan.
###
"Muka lo ngapain ditekuk-tekuk kaya begitu? Jelek tau gak." Ucap gue padanya.
Yeonjun hanya diam tak bergeming, keliatannya sih dia ngambek. Gara-gara ditinggal gue dan lebih milih buat bicara sama Somi.
"Tanyakan pada rumput yang bergoyang." Ucapnya tanpa menoleh kearah gue.
Ck, males juga gue ngurusin dia yang ngambek, Apaan banget ngambek gara-gara dicuekin. Gue kalau ngelihat dia main game malah biasa aja.
"Hueek..." Perut gue terasa mual begitu mengeluarkan ikan didalam kantong belanjaan.
Yeonjun yang awalnya lagi duduk anteng karena lagi ngambek, menoleh kearah gue dan segera menghampiri gue.
"Kenapa kak?" Tanya dia khawatir.
"Mual." Jawab gue, gak tau kenapa tiba-tiba pengen meluk Yeonjun, bau parfum cowok itu bisa bikin gue lupa sama bau amis ikan tadi.
Yeonjun membalas pelukan gue, dan kesempatan itu gue paka buat menghirup aroma parfumnya.
Gila!
Siapa yang udah beli ikan? Setau gue gak pernah megang ikan pas belanja disupermarket tadi?
"Jauhin ikannya." Pinta gue pada Yeonjun, lelaki itu menuruti. Dia masih gak lepasin pelukan pas masukin ikan kedalam kulkas.
Setelah itu gue bisa melepaskan diri dari pelukan Yeonjun, Tapi sialnya Yeonjun malah menarik gue agar lebih dalam memeluknya.
"Astaga jun, gue harus beres-beres." Ucap gue padanya.
Yeonjun pura-pura tak mendengar dan masih memeluk gue. Yaudahlah dibiarin aja, perut gue juga masih enek gara-gara ikan tadi.
"Eh, siapa yang beli ikan?"
"Aku." Jawabnya santai.
"Gue mual sama ikan njun, anak lu kayanya gak mau gue nyentuh ikan." Ujar gue padanya.
Gue terkejut karena tiba-tiba Yeonjun melepas pelukannya, "Oh ya?" Gue mengangguk.
"Padahal aku doyan banget makan ikan kak."
Gue tertawa kecil, "Anak lu gak suka tapi." Ucap gue padanya.
"Anak kita." Koreksinya.
Gue mendadak bungkam, Gak siap aja dengernya. Perut gue jadi berasa geli-geli aneh gitu.
Yeonjun malah mensejajarkan kepalanya kearah perut gue. Lalu membisikan sesuatu yang bikin gue geli sendiri.
"Lo kenapa sih jun? Geli nih!" Gue berusaha menjauhkan kepala Yeonjun dari perut gue, biar dia gak deket-deket dan bikin geli.
"Aku lagi coba interaksi sama anak kita kak, siapa tau dia mau ngeprank mamanya." Gue kembali terkekeh.
"Ada-ada aja sih lo."
"Udah sana, gue mau lanjut beres-beres. Mending bantuin biar gue gak capek." Yeonjun mengangguk.
Dia malah nyuruh gue buat duduk dikursi, biarin aja dia yang beresin semuanya.
Ngeliat dia yang udah bener-bener berubah malah membuat gue nostalgia. Yeonjun pas kecil gak seganteng ini dulu, dia malah buluk karena tiap musim panas selalu main luar, terutama dipantai.
Gue inget banget kita bertiga, sama Kak Soobin. Suka makan teokbeokki pinggir jalan kalau udah masuk musim dingin kaya gini.
Kalau diingat-ingat, gue merasa lucu karena ternyata suami gue gak perlu jauh-jauh nyari, kalau akhirnya pilihan itu jatuh kepada Yeonjun.
"Kak?" Panggilnya.
"Siapa yang beli kentang?" Tanya Yeonjun begitu gue mendekat kearahnya.
"Gue."
Yeonjun malah cemberut, "Kenapa belinya dikit banget?"
"Lah, kirain gak terlalu butuh." Yeonjun malah semakin merengut.
"Tadi kan aku bilang pengen makan kentang goreng buatan rumah." Gue berpikir, oh astaga! Iya tadi pagi Yeonjun udah ingetin gue.
"Astaga! Maaf ya sayang gue lupa."
Yeonjun mendadak jadi patung.
###
Pengantin baru masih anget, cuma Hana sifat bar-barnya emang gak ilang-ilang.
Hana : Anda yang membuat karakter saya seperti itu ya!
Hehehe canda han canda
Maaf banget kalau misalnya lama update ehehe tapi kalian tetep nungguin kan? Paling selang beberapa hari kok, tenang aja
Instagram : @im_yourput