Gemmy b**o! Aku mengutuk diriku sendiri yang terbawa permainan the hippo. Mengecupnya ketika dia mencuci piring, aku anggap sebagai caraku menepati janji. Tapi ciuman penuh hasratku malam ini? Ya Lord, it's out of my mind. She brought me down to the heels. Beruntung suara gedoran di pintu depan memulihkan kewarasanku. Bisa jadi kami sudah berlanjut ke tahap lebih parah. Apalagi tadi aku melihat banyak tanda kemerahan di leher bekas gigitanku, dan piyamanya sudah terbuka setengah. Aku menjambak rambutku mengalihkan frustasi. Ini dilema tergila yang aku rasa. Sisi liarku menyesali kedatangan Arvel sebagai pengganggu. Bagian sadar diriku mensyukuri gangguan adikku. Dan bagian terdalam hatiku, masih ingin berdekatan dengan the hippo. Gege b**o, b**o, b**o! "Ge, lo kenapa pucet banget?"

