Memulai kerja di perusahaan keluarga sejujurnya pernah masuk dalam rencanaku. Tapi itu dulu, jauh sebelum kejadian Diara dan Raihan. Bagaimana pun aku adalah anak yang dibesarkan oleh keluarga pengusaha. Setidak peduli apa pun aku terhadap usaha keluarga, aku sadar aku tetap mempunyai kewajiban membesarkan usaha ini. Bergabung dalam perusahaan yang dibangun Kakek dengan seluruh jerih payahnya selama hidup, akan membawaku pada posisi yang selama ini Raihan dan Arvel rasakan. Menjadi sorotan banyak pasang mata. Bukan hal yang aneh, tidak semua orang bisa menerima kegemilangan penerus perusahaan. Bahkan sebelum aku bergabung di sini, aku sudah dengar kabar miring membahas diriku yang tidak membantu usaha keluarga. So damn true yeah. "Pagi, Gegenya Mami." Sapaan paling konyol yang disand

