Chapter 73

997 Kata

Masih dengan bulatan mata yang berpendar, sayup-sayup ranum dari bibir Monica begitu lirih. Monica masih terkejut atas apa yang ia baca saat ini. Apa yang ia harapkan mungkin sia-sia, yang ia inginkan adalah pergi dari dunia mantan kekasihnya, tapi semesta seperti bercanda. Memepertemukan dua insan kembali secara menerus tanpa drama. Monica menelan air liur. Langit-langit kerongkongan hanya menjadi saksi bisu, nama yang ia dengar adalah Lisa sebagai sekretaris pribadi Prass Devano. Monica sangat tahu watak mantan kekasihnya yang sering memperlakukan wanita layaknya boneka mainan. Masih dengan helaan napas pendek, Monica melanjutkan tugasnya mengetik. Mungkin sore hari ini setelah pulang bekerja, Monica bisa berbincang sedikit dengan Reza tentang D Corporation. Dari jauh, William mempe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN