Pak Jamal hanya ikut tersenyum ketika dirinya menemani Dana meminum segelas wine, dirinya harus membantu Dana untuk membereskan barang-barang seperti dokumen-dokumen penting yang ia bawa ke Amerika untuk dibawa ke Indonesia. Malam sudah menunjukan wilayah memasuki pagi, bahkan hari ini Dana ingin sekali bermalas-malasan, jari-jarinya tangan kanannya memegang leher dengan memegang tengkuk leher. Hanya ada suara guratan pegal dari lehernya, “Tubuh ini begitu lelah, sepertinya saya harus istirahat.” Dana masih meregangkan tubuhnya ketika dirinya tertidur di ranjang teras balkon dengan hawa dingin malam wilayah Manhattan, Pak Jamal hanya menyimak apa yang dibicarakan oleh Dana, sebagai salah satu orang kepercayaan keluarga Dana. Pak Jamal memang sangat pintar dalam bidang bisnis dan juga hu

