Bab 26

2056 Kata

Dean mengembalikan ponsel ke atas nakas setelah memutuskan sambungan secara sepihak. Sangat sulit memang membuang kebiasaan buruk itu. Tak peduli siapa yang menelepon atau ditelepon, kalau merasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi ia akan langsung memutuskan sambungan. Dean mengusap wajahnya yang basah, ia menangis tanpa sadar. Astaga! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Selama dua puluh tahun terakhir, tak pernah sekalipun ia menitikkan air mata. Terakhir kali adalah saat kebakaran dahsyat itu. Ia menangisi semua keluarganya yang tewas dalam kobaran api. Sekarang, ia kembali menangis lagi. Rasa bersalah karena.sudah mengecewakan orang yang dihormati dan dianggapnya Ayah sendiri membuat air matanya kembali menetes. Jam digital di atas nakas sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN