Jonathan Storme kembali mengangguk pria di depannya bersuara. Seorang pria yang memakai rompi dengan tulisan NYPD di belakang rompinya. Beberapa saat kemudian pria itu memberi hormat dan keluar dari ruangan Jonathan, meninggalkan pria itu yang kini menarik napas panjang. Jonathan mengembuskannya bersamaan dengan tubuhnya yang jatuh di kursi kebesarannya. Tangan kanan Jonathan terangkat,.memijit pelipis. Ternyata Dean tak mudah ditemukan. Seharusnya ia memerintahkan anak buahnya melalukan pengejaran langsung saat itu juga, saat Dean kabur dengan membawa serta putra angkatnya. Bukannya menunda pengejaran dan hanya melakukan pemeriksaa. Seharusnya ia tahu kalau Dean akan dengan mudah melewati setiap pos pemeriksaan. Ia sudah mengenal pria itu, sudah tahu betapa.pintar Dean. Bodohnya dirinya t

