Natasya lama sekali berdiam di dalam kamar mandi Kenan. Dia tadinya berniat buang air kecil, tapi nyatanya begitu takut keluar lagi. Pasalnya Kenan sudah ada di atas kasur, sedang mengecek pekerjaannya melalui tablet. Bagaimana bisa Natasya keluar? Dia begitu gugup dan tidak tahu harus bagaimana. Malam ini dia tidur satu ranjang bersama pria yang sering Natasya katai dakjal, tidak waras, dan setan. "Tasya ... kamu pipis atau latihan mati di dalam sana?" tanya Kenan tajam ketika menyadari Natasya tidak kunjung keluar dari dalam kamar mandi. Terhitung sudah sepuluh menit lamanya, bahkan bisa saja lebih. Natasya yang mendengar itu berdecak kesal. Dia menghentakkan kakinya ke lantai berkali-kali, mengacak rambutnya seakan sedang mengalami stress berat. Lebay, tapi tetap saja Natasya benar-b

