Ketika pagi tiba, Ratih terbangun dari tidurnya. Menggeliat pelan untuk sekadar merenggangkan otot-otot tubuhnya, padahal kedua mata belum sepenuh terbuka. Sembari mengumpulkan kesadaran, Ratih mengubah posisinya ke sebelah kiri, menarik napas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan. Dia merasakan sakit di beberapa titik pada tubuhnya. Bukan sakit, lebih tepatnya penat. "Sudah bangun?" tanya seseorang yang langsung membuat alis Ratih menyatu. Masih dalam keadaan setengah sadar, Ratih kembali mengubah posisinya menghadap ke arah sumber suara. Dia menggaruk pipinya yang tiba-tiba datang, bibirnya beberapa kali mengecap dengan kedua mata masih menyesuaikan pencahayaan sinar matahari. Saat mulai membuka kedua mata, barulah Ratih terlonjak kaget, bahkan memekik tanpa sadar dengan m

