Kenan meminta Natasya duduk di pangkuannya. Sudah lama sekali rasanya tak bermesraan dengan Natasya, mereka lebih sibuk mengurus dan bermain dengan baby Zeline ketika memiliki waktu luang. "Wanginya, Sayang!" Kenan menggulung rambut Natasya ke atas, menampakkan leher jenjang putih dan bersih wanita itu. Mengecupnya, memberikan gigitan sedikit di sana. "Ken, jangan buat tanda ya. Malu tau diliat orang rumah. Aku juga sekarang lebih sering ikat rambut gini, nggak bisa ditutupin kalau ada tanda." Menyisir rambut Kenan yang nampak berantakan sekali. Natasya kini sadar jika Kenan tak terlalu dia perhatikan lagi belakangan ini. Apalagi saat baby Zeline sedang cewet begini, semua waktu terkuras habis untuk malaikat kecilnya. Kenan tersenyum, memeluk pinggang ramping Natasya, lalu mengusap perut

