Pactum | 46

1179 Kata

Semalaman penuh Natasya tak bisa tidur dan menangis, kenangannya selama menjalin kasih bersama Farel terus berputar seperti kaset rusak yang tak berkesudahan. Natasya merasa bodoh, dibodohi, dan membodohi dirinya sendiri padahal waktu itu Kenan sudah mengatakan tentang Farel padanya berkali-kali. Tapi Natasya tak percaya itu--dia memarahi Kenan jika terus membahas hal itu. Natasya malah yakin jika Farel adalah lelaki terbaik yang akan menjadi masa depannya suatu saat. Saat Natasya menarik baju dari bagian lipatan, terjatuh sesuatu mengenai kakinya, membuat Natasya tersadar. Wanita itu sambil melamun, pandangannya kosong, masih terngiang kejadian semalam di kepalanya secara jelas. Farel menggandeng mesra wanita itu, tega menyakitinya sedemikian rupa. "Apa itu, Tasya?" Saat Natasya ingi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN